Hukum  

45 Menit Ditinggal, Rumah Wartawan Nyaris Dibobol Maling di Takalar

IMG 20260216 WA0001

TAKALAR, UPDATESULSEL.ID– Aksi percobaan pencurian terjadi di Lingkungan Bontosanra, Kelurahan Maradekaya, Kabupaten Takalar, Minggu (15/02/2026) sekitar pukul 11.00 WITA. Pelaku dipergoki langsung oleh pemilik rumah saat bersembunyi di dalam kediaman yang sebelumnya ditinggal dalam keadaan terkunci.

Insiden ini sontak menggegerkan warga sekitar karena terjadi di siang bolong dan menyasar rumah seorang wartawan setempat.

Berdasarkan keterangan keluarga korban, peristiwa bermula ketika pemilik rumah meninggalkan kediamannya untuk mengunjungi orang tua. Namun sekitar 45 menit kemudian, ia kembali karena ada barang yang tertinggal. Saat masuk ke dalam rumah, keluarga korban dikejutkan oleh seorang pria yang bersembunyi di bawah meja.

“Saya sempat berteriak memanggil tetangga. Pelaku mencoba melawan lalu kabur ke arah semak-semak di belakang rumah. Warga sempat mengejar, tetapi jejaknya hilang,” ungkap Surasmi, istri pemilik rumah.

Tidak ada barang yang dilaporkan hilang dalam kejadian tersebut, namun aksi nekat itu menimbulkan keresahan di lingkungan setempat.

Kasus ini telah resmi dilaporkan ke Polres Takalar dengan Nomor Laporan Polisi: LP/B/47/II/2026/SPKT POLRES TAKALAR/POLDA SULAWESI SELATAN. Terlapor diketahui berinisial “BB”.

Pihak keluarga berharap aparat kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dan memproses pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Warga Bontosanra mengaku aksi pencurian bukan kali pertama terjadi di wilayah mereka. Beberapa kasus kehilangan barang berharga sebelumnya disebut terjadi saat rumah dalam keadaan kosong.

“Sudah beberapa kali warga kehilangan barang. Kejadiannya hampir sama, saat rumah ditinggal pemiliknya,” ujar salah seorang warga.

Insan pers di Kabupaten Takalar turut menyampaikan keprihatinan atas peristiwa tersebut. Maskur Tutu, anggota Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Takalar, mendesak aparat segera mengusut tuntas kasus ini.

“Kami berharap pelaku segera ditangkap agar ada efek jera. Selain itu, pemerintah kelurahan dan aparat lingkungan perlu meningkatkan sosialisasi keamanan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, termasuk memastikan sistem keamanan rumah lebih optimal, terutama saat ditinggal dalam waktu singkat.(Saifuddin Gassing)